[Banana Couple]
Its
Been So Long..
Kim Ha Ni POV
“Hmm.. akhirnya bisa juga aku
memakanmu” kataku sambil memakan pisang yang tadi baru di beli di supermarket,
tapi tiba-tiba saja aku menabrak sesuatu dan buuk.. aku pun langsung terjatuh..
“Awwh.... aphu” sambil
mengusap-usap bagian pantatku yang sakit.
Belum sempat aku berdiri
tiba-tiba ada seseorang yang mengulurkan tangannya padaku. “Gwenchana??” kata
namja itu.
“Ya, aku tidak apa-apa” jawabku sambil meraih
tangannya dan mencoba berdiri. Lalu.. “Yaaaaaa... pisangkuuuuuu...” teriakku
setelah melihat buah kesukaanku itu sudah berserakan di jalanan dan dengan
cepat aku mengumpulkan kembali semua pisang itu.
“Ini..” kata salah satu laki-laki
yang menolongku tadi sambil memberikan salah satu pisang yang dia pungut.
“Oh.. khamsahamnida” kataku
sambil membungkukan badanku dan mengambil pisang ditangannya dan ketika aku
mengangkat badanku “oh.. my god.. apa ini nyata atau mimpi” kataku dalam hati
sambil menepuk-nepuk pipiku sendiri.
Mereka hanya diam dan bengong melihat sikap
aneh ku, lalu salah satu namja itu menepuk bahuku dan berkata “agashi.. apa kau
baik-baik saja??”..
“ah..ne..” aku langsung tersadar dari
lamunanku itu.
“Maafkan kami, tadi kami terlalu
asyik mengobrol sampai-sampai temanku ini menabrakmu” kata namja yang wajahnya
sangat tampan itu dengan tersenyum.
“Ah.. Ani.. aku yang tidak hati-hati sehingga
menabrakmu” kataku dengan gugup.
Tiba-tiba namja yang berdiri di sebelahnya
mengambil pisang yang sedang aku pegang “Nona, aku minta pisangnya ya?”katanya
sambil tersenyum dengan manisnya.
Chansung POV
“Ahh... Andwee” teriaknya sambil
mengambil pisang yang ada di tanganku dan lalu pergi. Sesaat aku hanya bisa
terdiam melihat tingkah laku yoeja itu.
“Yaaa.. apa-apaan dia.. kenapa
mengambil pisangnya!!” kataku dengan kesal dan perasaan tidak percaya. Lalu aku
mendengar hyungku tertawa dengan kerasnya “ haha.. Channie-ah.. dia itu mirip
sekali dengan mu.. haha..” katanya sambil tertawa dan memegangi perutnya..
“Daebak!” lanjutnya sambil terus tertawa.
“Hyung.. apa yang kau
tertawakan??? Apanya yang lucu?? Wae?? Tch...” kataku dengan nada yang setengah
marah sekaligus kebingungan.
“Ah.. anniyo.. Kajja” katanya sambil terus
tertawa.
Aku masih diam di tempat mencerna apa yang
terjadi sampai-sampai taec hyung tertawa selepas itu.. “Channie-ah, palli”
teriak taec hyung yang sudah jauh meninggalkanku, dengan wajah yang masih
kebingungan aku pun menyusul hyungku.
Kim Ha Ni POV
“Kyaaa.. apa yang aku lakukan..
Ottokhae?? Mereka pasti menganggap ku yoeja yang aneh.. arrrrghhhh” kataku
sambil terus berjalan. Ahhh.. ha ni babo.. sekarang pasti orang yang ada di
sekeliling mu pun menganggap kau yoeja yang aneh karena berteriak-teriak
di jalan umum.. aisshh..
Tapi.. tiba-tiba aku mengingat
sesuatu.. wajah salah satu namja tadi sepertinya aku kenal.. aku sangat
familiar sekali dengan wajah itu... tapi siapa ya??.. ahh.. mungkin hanya
perasaan ku saja, tapi wajah mereka memang tampan dan imut.. kyoepta~ hehe..^^
Aku pun melanjutkan langkahku
setelah berhenti sebentar karena memikirkan wajah namja tadi. “Ahh.. bi???”
kataku sambil mengusap hidungku yang terkena tetesan air hujan. “Wah aku harus
cepat-cepat pulang sebelum hujannya bertambah besar”.
Sesampaianya di rumah...
“Ha ni-ah.. kemana saja kamu??
Lama sekali.. kau mau membuat eonni mu ini mati kelaparan huh??” kata eonni ku
sambil menyambutku dan membawakan barang belanjaan ku.
“Mwo.. kamu beli pisang lagi??
Kau tidak takut tubuh mu akan bertambah gemuk??” tanya eonni ku waktu melihat
aku membawa satu plastik yang penuh dengan pisang.
“Ahniya.. kenapa harus takut?? Aku menyukai
pisang.. wae?? Eonni mau??” jawabku sambil memberikan salah satu pisang ku.
“haha.. are u kidding me?? Lebih baik aku
disuruh lari 10x lapangan sepak bola daripada harus memakan buah itu.. hiiiy”
katanya sambil meninggalkan ku di depan pintu dan langsung masuk ke dapur.
Hehe.. eonni ku itu memang lucu,,
dia menganggap pisang adalah musuhnya karena menurutnya pisang bisa membuat dia
gemuk. Eonni ku sangat menjaga penampilannya, dia tidak mau badannya bertambah
gemuk even itu hanya ½ kg.. tidak
seperti aku yang sama sekali tidak memperhatikan penampilan, apa yang aku suka
ya aku makan seperti pisang ini.. hehe~
“Eonni.. kapan omma dan appa
pulang?? Aku sudah tidak mempunyai uang.. uang saku ku hampir habis bulan
ini..” keluhku sambil berjalan ke dapur mendekati eonni ku yang sedang memasak
ramyun.
“Bagaimana tidak habis.. dalam seminggu ini
kamu sudah 3x membuang uang saku mu hanya untuk membeli pisang itu.. tch..”
jawabnya sambil memukul kepalaku.
“Yaa.. eonni.. kenapa memukulku?? Sakiit..”
kataku sambil mengelus-elus kepalaku. “eonni.. boleh kan aku meminjam uangmu
lagi?? Aku pasti akan menggantinya setelah appa dan umma pulang.. aku janji!!“
kataku sambil memohon dan menarik-narik bajunya.
“Yaa.. apa-apaan sih kamu.. seperti anak kecil
saja.. sudah sana ganti baju mu.. nanti kamu sakit kalau terus memakai baju
yang basah itu” katanya sambil mengusirku.
“huh.. dasar eonni pelit” kataku
dalam hati. Lalu aku pun pergi menuju kamarku, setelah sampai kamar aku tidak
langsung ganti baju, aku langsung berbaring di tempat tidur ku dan kembali
mengingat kejadian tadi siang. Hmmm... namja itu siapa yaa?? Sepertinya aku
tidak asing dengan senyumnya itu... tapi siapa yaa??.. aarrghh.. apa karena
senyumannya yang manis tadi jadi membuat ku teringat lagi padanya?.. whoaa.. aku pasti sudah gila..
Chansung POV
Tempat latihan..
Seperti biasa, setiap sore aku
dan para hyungku harus latihan dance. Ya.. aku adalah salah satu trainee dari
JYPE dan aku adalah salah satu member dari boyband yang Jin Young Hyung bentuk,
yaitu 2PM. 2PM terdiri dari 7 orang termasuk aku, boyband kami belum debut tapi
aku yakin dalam waktu dekat ini 2PM pasti
akan segera debut hehe..
“Hyung.. ayo kita istirahat
dulu.. perutku lapar..” rengek ku pada mereka sambil menjatuhkan tubuhku ke
lantai.
“channie-ah.. sebentar lagi
saja.. setelah lagu ini baru kita makan” bujuk khun hyung yang menarik tangan
ku agar bisa berdiri.
“sudahlah khun, kau tidak akan
bisa memaksanya melakukan apa-apa kalau perutnya sudah lapar.. lebih baik kita
istirahat saja dulu” kata taec hyung yang tiba-tiba duduk di sebelahku. Lalu
hyung-hyungku yang lain pun mengikuti apa yang aku dan taec hyung lakukan.
“Ahh.. taec hyung memang selalu mengerti
perasaan ku.. saranghae hyung” kataku sambil memeluk taec hyung yang langsung
saja mencoba melepas pelukan ku.
“Yaa.. jangan pernah mencoba
untuk memeluk ku” teriaknya dan langsung menukar posisi dengan woo hyung yang
ada di sebelahnya.
Haha,, aku dan hyung-hyungku yang
lain tertawa melihat tingkah lakunya. Setelah kami makan, kami memutuskan untuk
mengakhiri latihan hari ini dan pulang ke dorm.
“Whua.. kenyang sekali perutku..”
kataku sambil memegang perutku.
“Ya iyalah pasti kenyang, kau
makan seperti orang yang tidak pernah makan 3 tahun” kata junho hyung sambil
tertawa, dan melemparkan sebuah pisang padaku.
“Ahh.. banana” kataku kegirangan
dan langsung menyantap buah kesukaan ku itu.
“Aishh.. Chanana Babo~ kau tidak usah memakan
nya secepat itu.. tidak akan ada yang berani mengambil pisang darimu” kata khun
hyung yang sedang duduk di sebelahku.
“Ahni..” tiba-tiba terdengar
suara taec hyung yang sedang berada di dapur. “Tadi siang ada seorang yoeja
yang berani mengambil pisang darinya” lanjutnya sambil memberikan kami semua
soft drink.
“Mwo..?? Nugu??” teriak Jun
brother secara bersamaan, “Nugu.. Nugu.. hyung?”tanya woo hyung ikut penasaran.
“Haha.. tanya saja langsung pada
nya” kata taec hyung.
Lalu tanpa diberi aba-aba mereka
semua langsung menatapku penasaran.
“Wae..?? Molla.. aku tidak tau
yoeja itu siapa..” jawabku dengan kesal. “dia yoeja yang sangat aneh.. padahal
aku sudah meminta nya dengan baik-baik, tapi dia langsung mengambilnya begitu
saja dan lalu pergi.. Grr..” geramku masih dengan wajah yang kesal.
“Puahahahaha...” aku mendengar
semua hyung ku tertawa. “yaa..
channie-ah, kau sudah bertemu dengan jodoh mu” kata junsu hyung yang langsung
kembali tertawa lagi. “Whahahahaha..”
Euhh.. apa-apaan sih mereka
semua.. tertawa seperti itu.. ah.. lebih baik aku pergi jalan-jalan daripada
aku terus di tertawakan oleh para hyungku itu di dorm.
Kim Ha Ni POV
“Whoaammmm.... wah.. ternyata
sudah malam.. aku pasti ketiduran..”gumamku. aku bangun dari tempat tidurku dan
langsung mengambil piyama ku di lemari.. aku melihat jam kecil di atas meja
belajar ku dan itu sudah menunjukan pukul 8 malam. “Hmm.. lapaaarrr....”
mungkin karena tadi siang aku belum makan, aku pun keluar dari kamar dan
berjalan menuju dapur.
“Kenapa tidak ada makanan sih”
sambil membuka lemari es, lalu aku mengambil beberapa pisang yang tadi kubeli.
“Huh cuman pisang doank.. ukh.. aku bosan makan pisang terus..” dalam sekejap
pisang itu lenyap di mulutku. “ah.. ddokboki.. seperti nya enak” tanpa banyak
berpikir aku langsung pergi.
Aku memutuskan untuk berjalan
kaki karena tidak jauh dari tempat tinggal ku biasanya selalu ada ahjussi yang
berjualan ddokboki, ya .. aku harap hari ini ahjussi itu berjualan karena dalam
cuaca yang dingin seperti ini memang paling enak makan ddoekbokie.. lalu..
Bruukk!!
Tiba-tiba ada yang menabrak ku
dan otomatis aku langsung terjatuh karena orang yang menabrak ku lebih besar
dari badan ku.
“Ahh.. apphu..” sambil
membersihkan tangan ku yang kotor karena menahan tubuhku. “Yaa.. Punya mata
tidak sih?? Tidak liat ada orang di depanmu?? Jangan mentang-mentang kamu lebih
besar dari ku ya.. memangnya aku tidak berani huh??” teriakku pada orang yang
berada di depanku sambil mengepalkan tangan ku bersiap untuk memukulnya.
“Ahh.. mianhe.. aku tidak
sengaja” namja itu membuka topinya.
“Yaaa... ka.. kau.. lagi!!!”
teriakku dan lalu memukul namja itu.
“Yaa.. sakit.. hentikan.. kau mau
membunuhku huh” balasnya sambil menahan pukulanku dengan kedua tangannya.
“Tch.. mimpi apa sih aku
semalam.. ketemu lagi dengan orang yang menyebalkan seperti mu” keluhku sambil
merapikan pakaian ku yang berantakan gara-gara terjatuh tadi.
“Aishh.. heh.. yoeja aneh.. bisa
tidak sih bicara mu tidak sambil teriak-teriak?? Suaramu itu tidak enak
didengar tau!!” sambil menutup kedua telinganya.
“Masa bodoh, aku tidak peduli..
yang jelas tiap ketemu kamu aku pasti jadi sial.. dan kenapa juga kamu senang
sekali menabrakku??” kataku sambil melihat namja itu. “Minggir, kau menghalangi
jalanku” sambil menabrak namja itu lalu meninggalkannya.
Aku pergi dengan perasaan kesal..
“huh.. kenapa sih harus ketemu dia lagi? Arghh..” kataku dalam hati. Lalu
tiba-tiba ketika akan menyebrang ada mobil yang lewat dan aku terkena cipratan
genangan air yang ada di depan ku itu. “Yaaa.... bawa mobil tu hati-hati donk..
isshhh” kataku setengah teriak, lalu aku bersihkan baju ku yang sudah basah dan
kotor. “Argggggggghhhhhhhhh” teriak ku karena kesal.
Chansung POV
“Argggggggghhhhhhh”
Aku mendengar suara teriakan, dan
ketika aku membalikan badan, ternyata yoeja tadi yang berteriak. Aku pun
langsung datang menghampirinya.
“Ya..ya..ya...” kataku menutup
telingaku. “kenapa lagi sih?? Kenapa kau berteriak??” tanyaku.
“Ukh.. bajuku.. “ jawabnya. “Tadi
ada mobil yang mencipratkan air itu padaku” menunjuk genangan air yang ada di
depan. “Bajuku jadi basah.. “ rengeknya seperti anak kecil yang kehilangan
mainanya.
Haha.. dia seperti anak kecil
yang mainannya di rebut orang, sangat lucu melihat expresinya yang seperti itu.
Aku lalu membuka hoodie ku dan
memberikan padanya “Nih.. pakai ini, nanti kau kedingingan”.
“la..lalu.. kau pakai apa??”
sambil mengambil hoodie-ku dan
menatapku dengan tatapannya yang seperti anak kecil, dan menurutku itu lucu
keke~
“Ah sudahlah.. cepat kau pakai
itu, udaranya sangat dingin nanti kau sakit.. lagi pula aku seorang namja.. aku
kuat” kataku sambil tersenyum.
“Ne.. gomawo” jawabnya, dan
langsung memakai hoddie-ku. “Umh..
Ini kebesaran” katanya sambil menatapku dengan matanya yang bulat itu.
“Tanganku hilang” lanjutnya.
Aku tertawa melihat tingkah laku
dia yang terus-terusan melipat hoodie ku agar tangannya bisa terlihat. Entah
kenapa aku lebih senang melihat expresinya yang seperti anak kecil itu daripada
tadi waktu marah-marah >.<
“Sudahlah, tidak apa-apa kan..
kamu akan merasa lebih hangat jika tidak melipat hoodie-nya” aku melihat dia yang masih kesulitan melipat hoodie, tapi akhirnya dia menyerah juga
dan membiarkan tangannya menghilang di dalam hoodie-ku yang cukup besar kalau dipake olehnya.
“Ah.. Benar.. kita belum
berkenalan, nama mu siapa?” tanyaku sambil mengajaknya bersalaman.
“ Ne.. Kim Ha Ni imnida”
jawabnya, menyambut tanganku yang mengajaknya bersalaman. “Kamu?” tanyanya.
“Chansung imnida” jawabku. Sesaat
aku terdiam dan aku berpikir,, Kim Ha Ni.. hmm.. sepertinya aku pernah
mendengar nama itu...
“Ha Ni-ah, memangnya kamu mau
kemana malam-malam seperti ini?” Lalu dia menunjuk sebuah kios yang ada di
seberang jalan.
“Ddokboki.. aku mau beli
ddokboki” tunjuknya ke seberang jalan. “Mau ikut??” tiba-tiba dia mengajakku.
“Ah.. Ne..” jawabku. lagipula aku
juga tidak tau mau jalan-jalan kemana, jadi yasudahlah aku ikut dengan dia
saja.
Kami pun menyebrang dan berjalan
menuju kios ddokboki itu. Lalu kami mengobrol di sepanjang jalan, waktu makan
ddokboki pun kami terus mengobrol. Dia memberi tau ku kalau dia baru datang ke
korea, sebelumnya dia tinggal di Indonesia dengan Neneknya dan kembali ke korea
untuk kuliah. Ternyata kalau diliat dari jarak yang cukup dekat, dia manis juga
hehe... tidak terasa hari sudah semakin malam dan kami harus segera pulang,
maka aku menawarkan jasaku untuk mengantarkannya pulang dan dia pun mau.
“Yo.. Ha Ni-ah.. Selamat malam..”
ucapku setelah berada tepat di depan rumahnya. “Gomawo, sudah mau menemaniku
malam ini dan mianhe hari ini aku sudah menabrak mu 2 x” kata ku dengan
tersenyum malu.
“Ah.. Gwenchana.. maaf ya aku
terus membentakmu hari ini hehe..” dia tersenyum dengan polosnya seperti anak
kecil.. ahh.. kenapa tidak dari tadi saja sih dia tersenyum seperti itu
padaku...
“ gurae.. kalau begitu aku pulang
dulu.. sekali lagi selamat malam” kataku sambil melambaikan tangan. Tidak
berapa lama aku melangkah, ha ni memanggilku “Chansung-ah..”panggilnya.
“Ne..” aku berbalik dan melihat
ha ni menghampiriku.
“ini.. kau lupa membawa hoodie
mu” sambil mencoba melepaskan hoodienya.
“Ahni.. kau pakai saja dulu.. “
kataku.
“Tapi nanti kau sakit, malam ini
dingin sekali lho..” katanya, sambil memegang tanganku. “Sudahlah ni ambil dan
pakai” melepaskan hoodie yang sedang
dia pakai.
“Baiklah” aku ambil dan langsung
aku pakai. Lalu aku berpamitan sekali lagi dan pulang.
Kim Ha Ni POV
“Baiklah” dia mengambil dan
langsung memakainya. Lalu diapun berpamitan dan pulang.
“Ne.. Hati-hati yaa..” kataku
sambil melambaikan tangan. Lalu aku pun masuk ke dalam rumah dan langsung masuk
kamar.
“Hmm.. namanya chansung” gumamku
sambil tersenyum. Isshh.. napa aku jadi tersenyum sich begitu aku menyebut
namanya?? Iya sih dia tinggi, tampan, dan lucu.. masa iya aku suka padanya??
Ahh.. tidak mungkin... aku baru mengenalnya hari ini.. mungkin karena tadi dia meminjamkan
hoodienya padaku. “Iya.. benar..
pasti gara-gara itu..” kataku meyakinkan diriku. Aku pun memutuskan untuk tidur
saja, kalau tidak cepat-cepat tidur bisa-bisa aku gila gara-gara kepikiran
terus orang itu.
*****
Keesokan harinya..
“Ha Ni-ah... mau tidur sampai
kapan?? Cepat bangun ayo kita sarapan” teriak eonni ku.
“Ne..” jawabku dengan setengah
sadar.
Aku terbangun oleh teriakan eonni
ku, rasanya mataku masih lengket. “Jam berapa sih sekarang?” mengambil jam yang
ada di meja belajar.
“Mwo.. jam 8?? Yaaa... Ottoke...”
teriakku.
Tanpa banyak pikir aku langsung
masuk ke kamar mandi. “uh... kenapa eonni ga bangunin dari tadi sich” gerutuku.
15 menit kemudian...
“Eonni-ah.. kenapa tidak
membangunkanku dari tadi sih?? Aku kan jadi telat.. nanti keburu tutup
pendaftarannya!” kataku sambil memakan roti yang sudah disiapkan di meja makan
dengan cepat.
“aku sudah teriak-teriak
memanggilmu dari satu jam yang lalu tapi kau tidak bangun-bangun” jawabnya. “Nih..
makan pelan-pelan” memberikan segelas susu pada ku.
“Ya sudah, aku pergi dulu” kataku
sambil membawa roti yang tersisa di piring.
“Yaa.. itu punyaku..huh”eonniku
mendengus dengan kesal. “eh.. Ha Ni-ah.. kamu naik taksi saja biar tidak nyasar
lagi”teriak eonniku di depan pintu rumah.
“Ne..” jawabku, melambaikan
tangan.
Di kampus..
“Hmm.. aku harus kemana??”kataku
dengan bingung. “Kenapa eonni tidak pernah bilang sih kalau kampusnya sebesar
ini..”sambil melihat sekeliling. Lalu tiba-tiba mataku tertuju pada sesosok
namja yang sedang asyik mengobrol dengan temannya di bawah pohon dan aku pun
berjalan menghampirinya.
Chansung POV
Ketika aku sedang ngobrol dengan
junho tiba-tiba ada seorang yoeja yang mendatangiku dan menyapaku.
“Chansung-ah!!” sapanya sambil
menepuk bahuku dan tersenyum.
“Oh.. Ha Ni-ah..”kaget karena
tiba-tiba melihat dia ada di depanku. “Sedang apa kau disini?”Tanyaku dengan
penasaran.
“Hehe.. aku kesasar, tapi untung
aku melihatmu”jawabnya singkat sambil tersenyum seperti anak kecil.
“Hah??.. kesasar??Ko
bisa?memangnya kau mau kemana dan kenapa bisa nyasar kesini?”aku memperlihatkan
ekspresi kebingungan.
“Ehemm.. Ehemm.. aku ada disini
channie-ah..” kata junho yang berpura-pura batuk.
“Ah.. ne.. Ha Ni-ah, ini Lee
Junho” kataku memperkenalkan junho padanya.
“Annyeong hasseo.. Lee Junho
imnida” katanya memperkenalkan diri.
“Ha Ni imnida” jawabnya dengan
tersenyum.
“Whaa,,
Kyeopta!!”teriak junho sambil tersenyum.
“Ah.. Gomawo” jawabnya
dengan suara yang pelan dan dengan seketika wajahnya memerah.
Singkat cerita
aku mengantarnya untuk mendaftar di kampus ini. Aku sangat senang karena
ternyata kita kuliah di kampus yang sama dan itu berarti aku bisa setiap hari
melihatnya hihi...
“Chansung-ah”
katanya tiba-tiba membuyarkan lamunanku.
“Ne.. wae??”
jawabku.
“Emmhh.. habis
ini kau mau kemana?? Mau mengantarku pulang tidak? Aku takut kesasar lagi.. aku
belum hapal jalan pulang ke rumah” rengeknya sambil menarik baju ku dan
melihatku dengan matanya yang sedikit disipit-sipitkan.
“Yup, dengan
senang hati”kataku dalam hati.
“Hmm...” aku
pura-pura perpikir.
“Chansung-ah...
mau ya..ya.. kau temanku satu-satunya disini, jadi harus membantuku”
menarik-narik tanganku.
“Baiklah.. aku
akan mengantarmu” kataku dengan tersenyum.
“Kyaaaaa,,, Chansung-ah..
Kau Lucu sekali kalau sedang tertawa” pujinya.
“Aish.. ada
maunya aja baru memujiku” pergi meninggalkannya. “Palli.. mau kuantar
tidak?”teriakku.
“Mauuuuu...”katanya
dan mengikutiku dari belakang.
Kebetulan hari
ini aku meminjam motornya taecyeon hyung, jadi aku bisa mengantarnya dengan
cepat, dan ketika sudah sampai di depan rumahnya aku diseretnya masuk, katanya
dia akan membuatkan makanan untukku sebagai ucapan terima kasih. Tentu saja aku
mau, aku tidak pernah menolak makanan.. hehe.. ^^
Rumah Ha Ni
sangat bersih dan harum, membuat orang yang ada di dalamnya menjadi betah
karena sangat nyaman. Sementara Ha Ni membuatkan makanan di dapur, aku melihat
banyak sekali foto-foto keluarganya, aku bisa melihat kalau mereka adalah sebuah
keluarga yang bahagia, lalu mataku berhenti di salah satu foto yang ada di atas
piano.
“Hah.. Foto
ini?? Kenapa ada foto ini disini?” kataku lalu mengambil foto itu agar aku bisa
melihatnya dengan lebih jelas.
Foto yang aku lihat adalah foto 2 anak kecil
yang memakai seragam Taekwondo dan sedang memegang medali sambil berangkulan,
dan... salah satu dari foto anak kecil itu adalah aku waktu kecil. Aku bingung
mengapa bisa ada foto aku waktu kecil, dan aku tau siapa anak kecil yang ada
disampingku itu, lalu tidak lama Ha Ni keluar dari dapur dan membawa makanan
yang sepertinya enak.. yummy...
“Makanannya
sudah siap!” katanya keluar dari dapur sambil membawa semangkuk besar penuh
dengan makanan yang aku tidak tau apa namanya.
“Omo...
sepertinya enak sekali.. hmm.. harum” kataku dan reflect langsung mendekati
makanan, “Apa ini?” tanyaku penasaran padanya.
“Ini namanya
Nasi Goreng, ini makanan Indonesia, satu-satunya makanan yang sangat aku kuasai
hehe..” dia tersenyum malu.
“Wahh.. aku
sudah tidak sabar ingin mencicipinya...” mengambil sendok dan langsung
memasukkan makanan itu ke dalam mulutku. “Yaaaaa.. Mastah... “ kuacungkan kedua
jempolku dan tersenyum padanya.
“Jinca??...
ahh.. syukurlah kalau enak!” katanya dengan wajah yang puas. “Kau boleh
menghabiskannya”.
“Pasti akan
kuhabiskan..” kataku dengan semangat. Lalu tiba-tiba aku ingat tentang foto itu
dan kuberanikan bertanya padanya,,
“hmm.. Ha
Ni-ah... aku melihat disana ada foto 2
anak kecil yang memakai seragam taekwondo, siapa itu?? Adikmu??” tanyaku dengan
penasaran.
“Oh.. ahni..
itu fotoku waktu kecil, dan anak laki-laki yang disebelahnya itu adalah
temanku.. namanya Chan.. dia teman yang sangat baik, walaupun aku baru sekali
bertemu dengannya tapi sampai sekarang aku masih terus mengingatnya, aku ingin
sekali bertemu lagi dengannya” jawabnya dengan pandangan yang terus melihat
foto itu.
Sejenak
terlihat mimik wajah Ha Ni yang berubah menjadi sedih, aku tidak tau kenapa
mukanya berubah menjadi sedih, tapi yang aku tau, Ha Ni adalah anak perempuan
yang aku kenal pada saat aku mengikuti kejuaraan Taekwondo waktu masih di
sekolah dasar.. anak perempuan yang selalu aku ingat.
“Ha Ni-ah..
kenapa kamu selalu mengingatnya?? Itu kan sudah lama sekali??” tanyaku mencari
tau.
“Molla.. aku
hanya merasa kalau dia seseorang yang baik, dia sangat baik padaku. Mungkin
salah satu tujuan ku mengapa aku mau pindah ke korea karena aku berpikir aku bisa bertemu dengannya
lagi disini..” jawabnya dengan tersenyum. “Aku tidak tau nama lengkapnya siapa,
tapi yang aku ingat dia sangat menyukai pisang jadi aku selalu
menyebutnya.....”
“Chanana”
kataku memotong ucapannya.
“E..eh..
kenapa kau bisa tau nama itu???” sejenak dia berpikir dan kebingungan,lalu..
“Chansung-ah.. jangan-jangan kau...” dia tidak melanjutkan ucapannya dan lalu
menatapku dengan tatapan yang sangat ingin tau.
Aku hanya
tersenyum dan mengangguk.
“Yaaaaaaaaa..
Chanana.. bogo shippo.. nomu..nomu..nomu bogo shippo” teriaknya sambil
memelukku.
Aku bisa
melihat wajah ha ni sekarang berubah menjadi ceria lagi.. “Nado.. bogoshippo Ha
Ni-ah” kataku dalam hati sambil melepas pelukannya.
“I’m so
excited u know?? Its so amazing!!!” katanya dengan mata yang berbinar-binar. “Pantas
saja waktu pertama kali kita bertemu aku seperti mengenal wajahmu..” lanjutnya
dengan sangat semangat.
“Haha.. kalau
saja aku tau itu kau aku pasti sudah memukulmu waktu kau mengambil kembali
pisangku” kataku sambil mencubit pipi chubby nya.
“Yaa.. jangan
mencubitku lagi..” dia mencoba melepaskan tanganku dengan sekuat tenaga tapi
tidak berhasil karena aku lebih kuat.
“Wae??Sudah
dari 10tahun yang lalu aku ingin mencubitmu..” tanganku terus mencubit pipinya
hingga menjadi merah, lalu aku mengusap kepalanya dan berkata “aku sangat
senang, akhirnya aku bisa bertemu lagi dengan mu ha Ni-ah.. Bogo shippo” aku
menatapnya dengan serius, dan terlihat tiba-tiba wajahnya menjadi merah seperti
tomat, entah karena cubitan ku tadi atau karena dia merasa malu.
Kim Ha Ni POV
“Aku sangat
senang, akhirnya aku bisa bertemu lagi dengan mu Ha Ni-ah.. Bogo shippo” dia
menatapku dengan sangat serius sambil mengusap kepalaku.
Setelah
mendengar perkataanya itu, wajahku langsung berubah menjadi merah. Aku sangat
senang sekali mendengar dia mengucapkan itu, tapi entah kenapa jantungku jadi
berdetak kencang tidak karuan. Aku merasakan sesuatu yang beda..
Tidak terasa
hari sudah sore dan chansung bilang dia harus segera pulang untuk latihan, aku
mengantarnya sampai depan pintu.
“Oh iya, besok
kau sudah mulai kuliah kan? Aku akan menjemputmu ya..”katanya sambil tersenyum.
Aku mengangguk
tanda aku setuju dan tersenyum padanya.
“Ok. Kalau
begitu, aku pulang dulu. Bye!” memakai helmnya lalu pergi.
Aku masih diam
di depan pintu menunggu dia sampai menghilang dari pandanganku, lalu aku masuk
sambil bernyanyi-nyanyi kecil karena perasaan ku sangat senang sekali. Aku
berjalan menuju kamarku, dan merebahkan badanku di atas tempat tidur. Aku terus
memikirkan kejadian tadi, kenapa tiba-tiba aku merasakan perasaan yang aneh
tadi ketika chansung bilang dia rindu padaku, aku sangat senang sekali
mendengar kata-kata itu keluar dari mulutnya. Apa aku suka padanya?? Ah..
andwe.. andwe.. itu pasti karena selama ini aku sangat ingin bertemu dengannya,
jadi aku merasakan sesuatu yang aneh saat dia berkata seperti itu.
“Aishh..
babo~.. kenapa aku tidak menanyakan no HP nya ya??”kataku sambil memukul
kepalaku sendiri. “Ah.. aku memang bodoh, kenapa aku sampai bisa melupakan hal
sepenting itu ya.. tapi.. besok juga kita bertemu, aku bisa menanyakan hal itu
padanya besok” hibur ku. Rasanya aku ingin sekali cepat-cepat hari esok, karena
aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya lagi jadi aku memutuskan untuk
segera tidur walaupun jam di atas meja belajarku masih menunjukan pukul 04.30
pm.
Keesokan
harinya..
Pagi-pagi
sekali aku sudah bangun dan langsung siap-siap untuk berangkat kuliah. Tidak
lama kemudian aku turun ke bawah untuk sarapan. ketika aku membuka pintu
kamarku, eonni ku sudah berdiri di depan pintu dengan posisi tangan yang akan
mengetuk kamarku.
“Selamat Pagi
eonni ku....” sapaku, mencium pipinya lalu turun ke bawah meninggalakan eonni
ku yang mematung. Mungkin eonni ku bingung dengan sikap ku yang tidak seperti
biasanya, lalu tidak lama eonni ku menyusulku ke meja makan.
“Ha Ni-ah.. kau
tidak apa-apa kan?” tanyanya sambil memperhatikan aku yang sedang mengoles
selai di rotiku.
“Ahni..
wae??”tanyaku balik tanpa melihat eonni ku yang dari tadi memperhatikanku.
“Suatu hal
yang tidak biasa bisa melihatmu jam segini ada di meja makan..”kata eonni ku
sambil melihat jam yang tergantung di dinding.
Aku hanya
tertawa kecil mendengar perkataan eonni ku, sebenarnya semalam aku tidak bisa
tidur jadi aku bisa bangun pagi tanpa harus eonni bangunkan hehe...
“Oh iya onn,
hari ini eonni pergi ke kampus sendiri ya.. aku tidak jadi berangkat bareng
eonni” kataku.
“Wae??
Memangnya kau sudah tau jalan?” tanyanya.
“Belum sih..
tapi aku akan pergi dengan Chingu-ku. Sebentar lagi dia menjemputku” jawabku
sambil memakan sarapanku.
“Chingu??Sejak
kapan kau punya chingu disini?”katanya keheranan.
“Sudahlah
nanti aku kenalkan padamu onn, ceritanya panjaaaaaaaaaang sekali”kataku dengan
penuh ekspresi.
“Ya, sudahlah
kalau begitu”jawab eonniku.
Tidak begitu
lama terdengar suara klakson motor di depan rumah. “Ah.. pasti itu dia”kataku
dalam hati. Aku lalu cepat-cepat menghabiskan sarapanku dan tidak lupa juga aku
membawakan sarapan untuk chansung karena dia bilang dia tidak tinggal bersama
orangtua. Setelah semua nya beres aku berpamitan pada eonni ku dan langsung
berlari keluar menuju chansung yang sudah menungguku.
“Annyeong..”sapanya
sambil tersenyum.
“Annyeong..”jawabku
dengan semangat sambil setengah membungkukan tubuhku.
“Kajja.. nanti
kita telat kalau tidak langsung pergi” ajaknya sambil memberikan helm padaku.
“Ne..”jawabku
singkat. Aku memakai helm dan langsung naik ke motor yang dia pinjam dari
hyungnya itu. Sebelum pergi dia menyuruhku untuk memegang pinggangnya agar
tidak jatuh dan aku menurutinya.
Sesampainya di
kampus kami sudah disambut oleh junho, teman chansung yang kemarin ia kenalkan
padaku.
“Oh.. jadi ini
alasannya kenapa aku tidak boleh ikut dengan mu huh..!!” katanya menghampiri
kami yang sedang merapihkan pakaian kami karena tertiup angin tadi.
“Haha.. Mianhe
Junho-ah.. aku tidak mau membonceng namja” kata chansung dengan santai.
“Yaa... kau
tau, tadi taec hyung kebingungan begitu tau motornya sudah tidak ada. Memang
kau belum bilang mau meminjam motornya?”katanya.
“Ne.. tadi
pagi aku sudah bilang padanya motornya mau aku pakai” jawab chansung melepas
helmnya.
“Terus, hyung
bilang apa??”tanya junho penasaran.
“Dia tidak
bilang apa-apa karena tadi waktu aku bilang dia masih tidur” Jawabnya dengan
sedikit tertawa.
“Aishh.. pantas
saja dia seperti orang yang kebakaran jenggot begitu tau motor kesayangannya
menghilang, baboo.. itu namanya kau mencurinya!” memukul kepala chansung.
Aku yang dari
tadi hanya diam memperhatikan percakapan mereka ikut tertawa melihat tingkah
laku dua sekawan itu. Sadar tingkah laku mereka ada yang melihat, tiba-tiba
junho melirik ke arahku dan lalu menyapaku.
“Ah.. Ha
Ni-ah, Annyeong!!” sapanya. “Maaf aku tidak menyapa mu dari tadi” katanya
dengan nada yang sedikit bersalah.
“Gwenchana..
aku senang melihat tingkah laku kalian berdua tadi” kataku.
“Wahh.. aku
jadi malu” katanya dengan tersenyum. Aku suka ketika dia tersenyum, kedua
matanya akan menghilang jika dia tersenyum dan itu membuatnya semakin lucu.
“Junho-ah..
kenapa kau masih disini? Bukannya kau ada kelas dari 15menit yang lalu?”tanya
chansung.
Muka junho
yang asalnya tersenyum langsung berubah menjadi panik ketika mendengar
pertanyaan chansung.
“Aigoo... aku
telat..” melihat jam tangannya. “ Yeorobun, aku duluan!!” katanya sambil
berlari masuk ke dalam.
Aku tertawa
melihat tingkah laku junho yang lucu.
“Junho lucu ya
chana..na..”kataku terputus karena begitu membalikan badan, chansung sudah
tidak ada di belakangku.
“Kau juga akan
telat kalau terus diam disana!!!!!” teriak chansung yang sudah berada jauh di
depan ku.
“Yaaaaaa......
kenapa kau meninggalkanku.. tunggu aku....” kataku berlari mengejarnya.
Tidak terasa
sudah dua bulan berlalu semenjak pertemuan ku dengan chansung disini. Setiap
hari chansung selalu menjemput dan mengantar ku kuliah. Walaupun kadang jadwal
kami tidak sama karena chansung dan aku tidak seangkatan dia sunbae-ku di
kampus, tetapi dia selalu bisa untuk menjemput dan mengantarku. Aku sangat
senang sekali bisa bertemu dengannya kembali, mungkin temanku di kampus bisa
dihitung dengan jari karena aku selalu bersama-sama dengannya.
Seperti biasa
pagi ini aku menunggu chansung di depan rumahku, tapi tidak biasanya sudah
20menit aku menunggunya dia belum datang juga. Ketika aku akan mengirim pesan padanya
tiba-tiba ada pesan masuk dari chansung.
From :
Chana~na
Ha Ni ah..
mianhe.. hari ini aku tidak bisa menjemputmu, aku tidak enak badan. Sepertinya
aku juga tidak akan masuk kuliah hari ini. Akan aku suruh junho menjemput mu
ya.. ^^
Setelah
selesai membaca sms nya,aku langsung meneleponnya..
“Yobseo..”
kataku.
“Yobseo” jawab
chansung.
“Chan.. apa
kau baik-baik saja?” tanyaku khawatir.
“Ne.. aku
hanya sedikit demam saja tidak usah khawatir. Mianhe.. kau pasti sudah menunggu
ku lama ya? Aku suruh junho untuk menjemput mu ya?” katanya dengan suara yang
terdengar sangat tidak bersemangat.
“Ahni.. tidak
usah. Aku pergi sendiri saja, jangan menyuruh junho menjemputku” Tolakku.
“Yakin??”
tanyanya memastikan.
“Iya. Aku
pergi sendiri saja. Yasudah banyak istirahat, jangan lupa minum obat ya chan..”
kataku.
“Ne.. gomawo”
jawabnya.
Lalu aku
mematikan ponselku dan langsung bergegas ke halte bus.
*****
Sesampainya di
kampus aku langsung mendatangi kelas junho, aku ingin menanyakan kabarnya chan.
Sekarang aku sudah berada di depan kelasnya dan aku melihat ke dalam kelasnya
mencari sosoknya, tetapi aku belum melihat junho. Mungkin dia belum datang,
pikirku. Aku memutuskan untuk menunggunya di depan kelas, kebetulan kelasku
baru akan dimulai pukul 9am nanti. Tidak lama aku menunggu, sosok namja yang
aku cari itu datang.
“Ha Ni-ah..
sedang apa kau disini?” Tanyanya menghampiriku.
“Menunggumu”
Jawabku dengan tersenyum.
“Ah.. aku
tau.. pasti ingin tau keadaan chan kan?” tebaknya.
Aku mengangguk
dan tersenyum.
“Dia baik-baik
saja, demam tidak akan membuatnya jadi kenapa-kenapa. Tadi juga dia bersikeras
ingin pergi ke kampus, tapi hyung-hyung yang lain melarangnya” katanya menjelaskan.
“Ohhhh...” kataku
dengan perasaan yang lumayan lega.
“Kalau kau
khawatir padanya, kau ikut saja denganku nanti. Kau pasti ingin menjenguknya
kan??” ajaknya.
“Joengmal??? Memang
boleh aku datang ke dorm kalian??” tanyaku dengan penuh harap.
“haha.. ya
boleh lah.. justru bagus. Kau nanti bisa sekalian membersihkan dorm kami”
katanya dengan bercanda.
“Baiklah kalau
begitu.. nanti pulangnya aku tunggu kau yaa...” kataku dengan ceria.
“Uh.. chan
enak sekali, waktu sakit ada pacar yang menjenguk” katanya dengan raut wajah
sedih yang dibuat-buat.
“Yaa.. aku
bukan pacarnya!!” aku berteriak padanya dan sebagian orang yang berada di dekat
kami langsung melihat ke arah ku.
“Ne.. Ne..
Ara.. kau bukan pacarnya tapi calon pacarnya hahaha...” katanya dan langsung
berlari masuk ke kelasnya menghindari amukanku.
“Yaaaaaaa...
Junho-ah....... jangan lari kau!!!!!!” aku mencoba mengejarnya tapi aku
berhenti tepat di depan pintu masuk kelas karena di dalam sudah ada dosennya.
“Ukh.. awas
kau.. weeeeek!!!” gerutu ku pada junho yang dari tadi menertawaiku dari tempat
duduknya.
*****
Pulang
kuliah...
Aku melangkah
dengan bingung sendirian, aku sedikit kesal pada junho karena dia tidak bisa
menepati janjinya untuk mengantar ku ke dorm
nya.
“Uh.. harusnya
kan Junho mengantarku, sekarang bagaimana?? Ottoke??” gerutu ku dengan kesal
sambil membawa sekantung plastik penuh pisang.
Aku terus
berjalan menyusuri jalanan yang tidak aku kenal, aku memberanikan diri untuk
tetap pergi ke tempat chansung sendirian. “Hupf.. coba kalau aku sering
jalan-jalan mungkin tidak akan seperti ini.. harus mencari kemana alamat ini??”
kataku sambil melihat alamat yang junho berikan padaku.
“Tau begini kenapa tadi aku tidak menyuruh dia
untuk menggambarkan peta menuju dorm
nya saja yaa??ah,,babo..!” sesalku.
Aku melihat
sekeliling, tempat ini benar-benar asing buatku aku belum pernah melewati jalan
ini. aku memutuskan untuk bertanya pada seseorang, karena aku yakin kalau aku
sendiri aku tidak akan bisa menemukan alamat ini dengan cepat. Aku menghampiri
seorang namja yang sedang asyik mendengarkan ipod nya yang sepertinya sedang
menunggu bus.
“Permisi.. apa
anda tau alamat ini?”tanyaku ragu-ragu.
Namja itu
tidak menjawab pertanyaanku, ahh.. mungkin suara ku terlalu pelan tadi
“Permisi.. apa
anda tau alamat ini?”mengulang pertanyaan tadi dengan suara yang agak keras.
“Tch..
apa-apaan ini??”kesalku karena namja itu tetap tidak meresponku.
“PERMISI!! APA
ANDA TAU ALAMAT INI????”Teriakku dengan kesal padanya.
“Yaa... ada
apa sih??” jawab Namja itu dengan nada yang kesal tiba-tiba langsung berbalik
dengan kesal, tapi setelah melihatku dia sedikit kaget.
“Oh.. Kau..
banana,, eh... yoeja yang waktu itu kan??” katanya dengan ekspresi kaget yang
lucu.
“Hmm..Ne.. Kim
Ha Ni imnida. Kau yang waktu itu dengan chansung kan?” menjulurkan tanganku
mengajaknya berkenalan.
“iya, aku
hyungnya.. Taecyeon imnida” menyambut uluran tanganku.
“Mian, aku
sepertinya mengganggu mu ya??” tanyaku.
“Ahniyo..
tidak mengganggu sama sekali.. mian, tadi sepertinya aku tertidur hehe”
jawabnya sambil tertawa.
Bisa-bisanya
orang ini tertidur di tempat umum seperti ini, kataku dalam hati.
“Oh iya,, ada
yang bisa aku bantu??” tanyanya tiba-tiba.
“Ne.. aku
ingin bertanya alamat ini” memberikan secarik kertas yang dari tadi aku pegang
padanya.
“Hmm... alamat
ini sih sudah dekat, tinggal 2 belokan lagi. Mau aku antar??” tawarnya.
“Ahh.. tidak
usah aku pergi sendiri saja, aku tidak mau merepotkan” kataku berusaha menolak.
“Sudah lah tidak
apa-apa, lagi pula aku juga memang akan pulang” katanya enteng.
“Pulang??”tanyaku
keheranan.
“iya pulang,
kau tidak berfikir aku akan tinggal disini kan??” jawabnya setengah bercanda.
“Alamat yang kau tanyakan itu adalah alamat dorm
ku, kau pasti ingin menjenguk channie kan??” lanjutnya.
“Ahh.. Ne..”
jawabku dengan malu.
“Kalau begitu
tunggu sebentar ya” katanya lalu pergi entah kemana.
“Ne..” jawabku
singkat.
Tidak lama
kemudian taecyeon sudah kembali dengan motornya untuk menjemputku.
“kajja”
ajaknya dibalik helm fullfacenya.
“Kau membawa
motor??lalu kenapa kau diam di halte bis??’’ tanyaku keheranan.
“Ahh.. itu karena tadi aku merasa ngantuk, daripada
nanti terjadi sesuatu lebih baik aku berhenti dan beristirahat dulu kan??”
jawabnya dengan tertawa.
“hmm.. dasar
aneh” kataku dengan pelan.
“Ne.. kau
bilang apa tadi?” katanya.
“Ah.. ahni..
kajja” kataku mengganti topik.
Kurang dari 15
menit aku sudah berada di dorm mereka. Kami menaiki lift menuju ke kamar
mereka, taecyeon bilang kamarnya tidak jauh dari lift. Kami terus berjalan dan
akhirnya aku sampai di depan pintu dorm mereka, tiba-tiba taecyeon menyuruhku
masuk duluan karena dia harus kembali ke basement, dia lupa membawa kunci
motornya. Dengan perasaan ragu-ragu dan bercampur takut aku menekan bel pintu
yang berada tepat di depanku.
“Ya, tunggu
sebentar” terdengar suara namja di balik pintu.
Perasaan ku
tidak karuan, aku takut karena jujur saja baru pertama kalinya aku mendatangi
tempat seorang namja, apalagi yang aku dengar dari chansung dia tinggal dengan
ke-6 hyungnya. Hampir saja aku lari, tapi belum sempat aku berbalik pintunya sudah terbuka..
“Nuguseyo??”
tanya seorang namja dengan ramah.
Aku hanya
terdiam melihat sesosok namja yang berada di depanku ini, wajahnya sangat enak
dipandang, dia mempunyai mata yang bulat, hidung yang mancung, kulit yang putih
dan tinggi mungkin kata yang cocok untuk mendeskripsikan dia adalah “malaikat”.
“hello..
miss??R u there”katanya dalam bahasa inggris mengagetkanku.
“Ah.. sorry”
aku menjawabnya dengan bahasa inggris juga.
“Its ok, no
problem” jawabnya dengan sangat ramah. “Ada yang bisa ku bantu?”tanyanya.
“Hmm.. aku
temannya chansung. Aku dengar dia sedang sakit, dan aku bermaksud untuk
menengoknya” jawabku.
“Ohhh...
chansung girlfriend,right??” tanyanya.
“No.. No.. i’m
just a friend” aku berusaha menjelaskan padanya.
“Ahh... Dont
be shy..” godanya. “Come in” ajaknya dengan tersenyum.
“Ne”
megikutinya masuk ke dalam.
“Channie-ah.. pacarmu
datang!!” teriaknya.
“Eeh.. ahni...
aku bukan pacarnya....” belum beres aku menjelaskan, tiba-tiba muncul 3 orang
namja dan langsung menghampiriku.
“ohh.. jadi
ini pacarnya channie??” kata namja itu. “Jaebum imnida”katanya memperkenalkan
dirinya.
“Ahniyo.. aku
temannya...” berusaha menyangkal.
“Ah, tidak
usah pura-pura.. kalian kenal dimana?” tanya nya terus menerus.
Aku hanya bisa
diam, aku tidak bisa menjawab karena mau sekeras apapun aku mencoba menyangkal
mereka pasti tetap berpikiran aku pacarnya chansung.
“Bukan jay,
dia bukan pacarnya channie” tiba-tiba taecyeon datang.
Aku langsung
mengangguk, setelah mendengar perkataan taecyeon. Uh.. syukurlah, akhirnya ada
yang menolongku. Aku melihat taecyeon dengan tatapan yang sangat berterima
kasih.
“Dia bukan
pacarnya, tetapi calon pacarnya, benar kan Ha Ni-ah hahaha..” dia melihatku dan
menggodaku.
Kontan saja
namja-namja yang ada di sekelilingku itu ikut-ikutan menggodaku. Aku hanya bisa
terdiam pasrah melihat mereka yang senang mengejekku.
“Hentikan
hyuuung..” channie keluar dari kamarnya dan langsung menarik aku ke
belakangnya.
Chansung POV
“Hentikan
hyuuung..” kataku dan langsung menarik tangan ha ni. “Kalian membuatnya takut”
kataku.
“Channie-ah..
kita hanya bercanda, kenapa kau serius sekali?” goda khun hyung.
“Omo.. uri
maknae marah” kata jaebum hyung.
“Sudahlah,
terserah kalian saja. Kajja Ha Ni-ah, kita diam di kamarku saja” ajakku
padanya.
“eh..Ne..’’
jawabnya.
Aku meliahat
Ha Ni yang dari tadi hanya bisa diam, mungkin dia merasa tidak nyaman dengan
perlakuan hyung-hyung ku yang senang bercanda jadi aku memutuskan untuk membawa
nya ke kamarku. Aku menyuruhnya duduk di tempat tidurku dan aku duduk di
sebelahnya.
“Ha Ni-ah,
kenapa kau kesini? Kenapa tidak bareng dengan junho kalau mau kesini?’’ kataku
memulai pembicaraan.
“Tadinya sih
begitu, tapi tiba-tiba junho ada acara lain jadi aku datang sendiri kesini.
Tadi di jalan hampir aku nyasar, tapi untung aku bertemu dengan taec oppa
hehe..”katanya dengan tersenyum.
“Terus kau
sudah bilang pada noona kalau kau akan kesini??”tanyaku.
“Belum hehe..”dia
tersenyum seperti anak kecil.
“Yaa..
bagaimana kalau dia mencarimu??cepat sms dia..”aku menyuruhnya untuk memberi
kabar pada kakaknya karena aku tau kakaknya pasti akan sanngat khawatir kalau
sampai Ha Ni pulang telat, maklum orangtua mereka sedang berada di luar negeri
dan kakaknya lah yang diberi tanggungjawab untuk menjaganya.
Aku lihat Ha
Ni sedang sibuk dengan hp nya, dia menuruti perkataanku untuk memberi kabar
pada kakaknya. Entah dari kapan aku mulai senang memperhatikan Ha Ni yang
sedang sibuk melakukan sesuatu, aku senang melihat wajah seriusnya namun polos
seperti anak kecil. Tanpa sadar aku mulai tersenyum sendiri melihat Ha Ni yang
sepertinya sedang bertengkar dengan kakaknya di telepon aku mendengar Ha Ni
berbicara bahasa Indonesia dengan kakaknya, dia tampak lucu kalau sedang marah.
“Huh.. iya
sebentar lagi aku pulang ka.. Iya, aku akan hati-hati.. iya.. iya.. dasar
bawel!!” Ha Ni menutup teleponnya dengan kesal. Mukanya berubah menjadi kesal.
“Heii..
kenapa??” kataku bergeser mendekatinya.
“Oenni,, dia
bawel sekali.. aku kan sudah besar, tapi dia terus saja menganggapku seperti
anak kecil. Waktu aku di Indonesia, hidupku tenang tidak ada omelan oenni yang
membuat telingaku sakit” keluhnya seperti anak kecil.
Aku tertawa
mendengar ceritanya, cara dia cerita itu menurut ku sangat lucu.
“Kenapa
tertawa??”Ha Ni memukul tanganku.
“Kau ini
lucu..”aku mengacak-ngacak rambutnya. “Oh iya,, kau menjenguk ku tanpa membawa
apa-apa??” tanyaku.
“Ahh.. Ne.. ini aku tidak tau harus membawakan
mu apalagi selain ini hehe..” tawanya kecil sambil memberikan sekantung penuh
plastik berisi pisang.
“Haha..
gomawoyo” langsung mengambil pisang dan memakannya.
Aku makan
dengan lahapnya, begitulah aku begitu melihat pisang aku pasti akan langsung
memakannya dan tidak peduli dengan orang di sekelilingku.
“Hei..
pelan-pelan.. nanti kau tersedak chan..”katanya mengkhawatirkan caraku melahap
habis pisang pisang itu.
“Uhuk..uhuk..”tiba-tiba
aku tersedak dan Ha Ni langsung memberikanku minum.
“Apa aku
bilang.. pelan-pelan.. aku tidak akan minta koq!!” katanya setengah bercanda.
“Hehe.. kalau
kau mau, kau boleh mengambilnya” kataku menawarkannya. Dari dulu aku tidak akan
pernah mau berbagi pisang dengan orang lain, tapi entah mengapa hanya dengannya
aku mau berbagi makanan kesukaanku itu.
“Chan-ah.. apa
badan mu masih demam??’’ dia menempelkan tangannya di keningku.
“Ah.. emhh..
sudah tidak apa-apa Ha Ni-ah,demamku sudah turun” kataku gugup sambil
melepaskan tangannya. Aku tidak tau perasaan apa ini, aku menjadi gugup begitu
tangannya memegang keningku.
“Baguslah
kalau begitu, kau harus minum obatnya agar kau lekas sembuh” perintahnya.
“Ne..” jawabku
dengan singkat. “Ha Ni-ah, apa kau khawatir begitu mendengar aku sakit?”entah
kenapa tiba-tiba aku bertanya seperti itu.
“Tentu saja
aku khawatir, aku takut terjadi sesuatu padamu chan.. kalau aku tidak khawatir
untuk apa aku sekarang ada di depanmu??”jawabnya dengan santai.
“Gomawo Ha
Ni-ah..” kataku dengan serius.
“Hei kenapa
serius begitu?? Mukamu jelek tau kalau serius” ejeknya.
“Haha.. kau
akan jatuh cinta padaku kalau kutunjukkan wajah seriusku” jawabku bercanda.
“Oh yah???
Tidak akan pernah..” jawabnya menantangku.
“Mau aku
buktikan huh??”aku menantangnya balik.
“Mana??Wajahmu
jelek, mana mungkin aku bisa jatuh cinta padamu..”katanya sambil tertawa.
Dia terus
tertawa sambil mengejekku dan sengaja mendekatkan wajahnya padaku, tangannya
mengacak-ngacak rambutku. Melihatnya seperti itu entah kenapa aku ingin sekali
menggodanya, aku pura-pura memasang tampang seriusku dan menghentikan tangan Ha
Ni yang sedang mengacak-ngacak rambutku, pelan-pelan aku mulai menatapnya
dengan mataku yang tajam. Aku melihat Ha Ni sekarang sudah tidak tertawa lagi,
dia diam dan balik menatapku dengan wajah yang sepertinya ketakutan.
“..
Channie-ah.. kenapa menatapku seperti itu??” berusaha menghindari tatapanku dan
melepaskan tangannya yang dari tadi aku pegang.
Aku melihat Ha
Ni yang sudah mulai salah tingkah, dalam hati aku tertawa, aku tidak tahan
melihat tingkahnya. Dia tidak berani untuk menatapku lagi, dia sibuk melepaskan
tangannya.
“Chan...” dia
menatapku dengan tatapan yang memelas. Aku tidak tahan lagi melihat wajahnya,
aku langsung tertawa terbahak-bahak dan melepaskan tangannya.
“Puahahahahahaha....”
aku tidak bisa mengontrol tawaku, aku merebahkan badanku di atas tempat tidurku
sambil terus tertawa memegangi perutku yang sakit karena tertawa. Ha Ni yang
dari tadi ketakutan gara-gara ulahku tidak terima aku tertawakan seperti itu,
dia pun mencoba memukuliku dengan tangannya.
“Yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa........
Chan Baboooooooo!!!!!!!!!!” dia mencoba memukulku yang sedang asyik tertawa.
Aku menahan pukulannya
dan tidak sengaja aku menarik tangannya sehingga dia jatuh tepat diatas
badanku. Untuk beberapa saat kita saling bertatapan, posisi wajah kita sangat
dekat. Aku bisa melihat wajahnya dengan jelas. Dia terlihat malu saat aku
menatapnya, dia memalingkan wajahnya dari tatapanku. Tanpa sadar aku memegang
pipinya yang chubby dan mulai mendekatkan wajahku dengannya, Ha Ni menatapku
dan.... aku menciumnya.
*****
Aku duduk bengong sendirian, menyesali
perbuatan ku tadi. Aku tidak tau kenapa bisa melakukan hal seperti tadi, Tch..
babo~yaa... Ha Ni pasti marah padaku, buktinya dia tidak membalas ataupun
mengangkat teleponku. Aku terus memainkan handphone ku, tanpa sadar taecyoen
hyung sudah berada di sebelahku.
“Sedang apa
kau malam-malam begini??” Tanyanya membuyarkan lamunanku.
“Yaa, hyung
kau mengagetkanku!! Sejak kapan kau ada disini??” kataku terkejut karena
tiba-tiba taec hyung sudah ada di sebelahku.
“Channie-ah..
aku sudah dari tadi disini” katanya.
Aku menghela
napas.
“Hyung..
ottokkhae?aku sudah berbuat kesalahan” ceritaku.
“Wae??
Kesalahan apa??” tanyanya penasaran.
“Aku..”
berhenti tidak melanjutkan ucapanku. Aku menarik nafasku dalam-dalam.. lalu
mencoba melanjutkan ucapanku.
“Aku..
menciumnya hyung..”kataku dengan pelan. Aku kembali menarik nafasku dan
mengacak-ngacak rambutku. “Ahh.. aku pasti sudah gila hyung” sesalku.
“Mwo..??? you
kissed her??!!” teriak taec hyung menunjukkan rasa kagetnya.
“Yaa.. hyung..
pelankan suaramu, nanti yang lain dengar” aku membungkam mulutnya dengan kedua
tanganku.
Taec hyung
mengganggukkan kepalanya tanda setuju untuk tidak berteriak lalu aku melepaskan
tanganku.
“Ok.. ok...
terus sekarang apa masalahnya??” tanya taec hyung.
“Mungkin
sekarang dia marah padaku.. dari tadi aku mencoba menghubunginya tapi hp nya
tidak aktif” keluhku.
Taec hyung
merubah posisi duduknya jadi berhadapan denganku.
“Channie-ah..
Kau menyukainya?” Tanyanya dengan serius.
“Ne hyung.. dari
10 tahun yang lalu aku sudah menyukainya..” kataku.
“Mwo??10
thn??”tanya taec hyung seakan tidak percaya.
“Dia adalah
teman lama ku hyung, aku bertemu dengannya 10thn yang lalu pada saat ada
kejuaraan Taekwondo dan dia adalah wakil dari Indonesia. Padahal kami hanya
bertemu 1x, tapi entah kenapa aku merasakan sesuatu yang berbeda
padanya”ceritaku.
Aku
menceritakan semua kisahku dari awal aku bertemu dengan Ha Ni dan Taec hyung
mendengarkan ceritaku dengan serius.
“Channie-ah..
kalau hyung jadi kau.. pasti sekarang aku sudah berada di depan rumahnya dan
bertanya padanya, apakah dia mau jadi pacarku..” katanya dengan senyum khasnya.
Aku berpikir
sejenak, apa yang dikatakan hyung benar juga.. dari pada aku gelisah diam
disini, kenapa aku tidak langsung kerumahnya saja dan menyatakan perasaanku.
Masalah aku diterima atau ditolak itu gimana nanti saja yang penting aku tidak
mau hubungan kita menjadi hancur dan menyesal. Aku beranjak dari tempat duduk
ku lalu bergegas menuju keluar.
“Heii..
channie-ah.. mau kemana kau??” hyung ikut berdiri saat melihatku beranjak dari
tempat dudukku.
“Benar apa
katamu hyung.. aku harus pergi ke rumahnya, tidak ada gunanya aku kalau hanya
duduk dan menunggu kabar darinya” kataku dengan semangat.
Aku mendengar
Taec hyung tertawa dan dia melemparkan kunci motornya padaku.
“Hwaiting!!!”
dia menyemangatiku.
“Gomawo hyung,
saranghae!” candaku. Tanpa berpikir lagi aku langsung pergi menuju rumah Kim Ha
Ni.
*****
Kim Ha Ni POV
“Ah.. otte??”
aku sibuk sendiri memikirkan kejadian
tadi. “Kenapa aku langsung pulang tadi,,pasti chansung khawatir padaku”
sesalku. Uh.. Babo ya.. bisa-bisanya tadi tanpa pamit aku langsung pulang, aku
memang tidak menyangka chansung akan menciumku. Aisshh.. apa yang harus
kulakukan jika aku bertemu dengannya besok?? Apa yang harus aku katakan?? Ya..
aku memang menyukainya tapi aku tidak mrnyangka dia akan melakukannya..
tunggu.. kalau dia menciumku, berarti bisa jadi dia juga meyukaiku kan?? Atau tadi dia hanya terbawa
suasana?? Arrgghhhh.. Ottoke..???. “Oh, iya.. aku harus minta maaf padanya
karena tadi aku langsung pulang begitu saja..” aku mengambil handphone di dalam
tas ku. Aku terkejut begitu banyak pesan dan telepon dari chansung, aku lupa
kalau hp ku aku setting silent dan sesampainya di rumah aku lupa untuk
mengembalikannya ke mode normal lagi.
“Aishhh..
banyak sekali sms darinya” aku membuka sms darinya.
From :
Chan~nana [07.45pm]
Ha Ni-ah..
mianhe.. aku tidak bermaksud berbuat seperti itu, maafkan aku...
.....
From :
Chana~na [07.50 pm]
Ha Ni ah.. apa
kau marah padaku?? Joengmal mianhe...
.....
From :
Chana~na [08.00 pm]
Ha Ni ah...
kau pasti marah padaku ya?? Kenapa telponku tidak kau angkat??
.....
From :
Chana~na [08.10 pm]
Ha Ni ah.. kau
tidak apa-apa kan?? Apa kau sudah sampai rumah?? Atau kau kesasar lagi??kau kan
tidak tau jalan pulang.. Jangan membuat aku khawatir.. tolong balas sms ku.. T.T
.....
Aku tersenyum
melihat smsnya, sempat-sempatnya dia berpikir kalau aku kesasar.. senyumanku
tiba-tiba hilang begitu aku membaca sms terakhir yang dia kirim padaku.
From :
Chana~na [08.35 pm]
Ha Ni ah.. aku
ada di depan rumahmu sekarang...
.....
Aku melihat
jam yang berada di meja belajarku.
“Omo.. ini
sudah 40 menit yang lalu,,ottoke?” aku langsung keluar dari kamarku dan turun
ke bawah. kalau benar dia datang kesini,seharunya dia sudah sampai dari tadi.
kenapa dia tidak langsung masuk saja.. Tch, anak ini benar-benar membuatku
gila. Begitu aku membuka pintu, benar saja sudah ada sesosok namja yang sangat
aku kenal sekali, dia adalah chansung. Saat aku menghampirinya dia sedang duduk
diatas motornya.
“Chansung-ah..!!”
aku berlari mendekatinya. “Sedang apa kau disini??”tanyaku.
“Ha Ni-ah,,
kenapa kau baru keluar sekarang??Aku sudah hampir membeku menunggumu disini!”
dia terlihat menggigil.
“Kenapa tidak
masuk?? Kau kan sedang sakit.. aishh.. kenapa juga kau tidak memakai jaket??
Udaranya kan dingin!” kataku.
“Mana sempat
aku untuk memakai jaket?? Kau membuatku khawatir.. kenapa smsku tidak kau balas
hah??” tanyanya dengan kesal.
“Umhh.. itu
karena aku tidak tau ada sms darimu, hp ku aku silent.. maaf..”aku langsung
membungkukan badanku pertanda aku sangat menyesal. “Tapi.. kenapa kamu ada di
sini? Kenapa tidak langsung masuk? Biasanya juga kan...” aku tidak melanjutkan
perkataanku karena tiba-tiba saja chansung memelukku.
“Aisshhh..
Jinca.. kau membuatku benar-benar khawatir..!!” katanya dengan kesal namun
terlihat jelas kalau dia mengkhawatirkanku.
Chansung
memelukku dengan sangat erat, aku bisa merasakan betapa dia mengkhawatirkan ku,
tidak peduli dirinya sedang sakit gara-gara aku dia langsung datang kesini. Aku
benar-benar menyesal sudah membuatnya khawatir. “Chansung-ah..” kataku.
“Ne..”
chansung melepaskan pelukannya dan menatapku.
“Maaf aku
sudah membuatmu khawatir.. kau kan sedang sakit, tapi gara-gara
mengkhawatirkanku kau langsung datang kesini.. mian..”aku menundukan kepalaku tidak
berani menatapnya karena merasa bersalah.
“Hei.. hei..
Sudahlah.. kau tidak usah merasa bersalah seperti ini.. yang penting kau
baik-baik saja..” dia mengangkat dagu ku dan tersenyum.
“Sebenarnya
ada yang aku katakan padamu..” Chansung memegang tanganku.
“Huh.. mwo??”
tanyaku penasaran.
“Uhmm.. aku...
ng... Ha Ni-ah.. Aku... aishh.. bagaimana bilangnya ya..” dia
menggaruk-menggaruk kepalanya kebingungan.
“Mwo chanana??
Jinca.. kau membuatku penasaran..” aku penasaran dengan apa yang mau dia
katakan. Tapi karena udara di luar semakin dingin aku mengajak chansung untuk
masuk ke rumah ku, apalagi dengan keadaannya yang kurang sehat seperti sekarang
aku khawatir dia akan kena demam lagi.
“Chansung-ah..
kau mau bilang apa?? Disini dingin.. lebih baik kita teruskan di dalam saja
yaa?? Aku takut kau demam lagi...” Aku menarik tangannya mengajak masuk ke
dalam rumah, tapi tiba-tiba dia menahan tanganku.
“Chakkaman..
kalau di dalam aku pasti tidak akan bisa mengatakannya” dia menahan tanganku.
“Huhhh..Sebenarnya kau mau bilang apa?? Memangnya kenapa kalau
di dalam?? Aku kedinginan di sini chan..” aku memelas padanya.
Aku bermaksud
untuk meninggalkannya di luar, kalau aku ke dalam dia pasti juga akan
mengikutiku pikirku. Tanpa pikir panjang aku langsung pergi meninggalkannya, tapi
baru saja beberapa langkah aku berjalan tiba-tiba aku mendengar dia mengatakan
sesuatu. “Saranghae Ha Ni-ah” ya.. aku mendengar dia mengatakan “Saranghae”.
Aku membalikan badan ku dan kembali mendekati Chansung untuk memastikan apakah
yang aku dengar itu salah atau benar.
“Mwo???? Kau
bilang apa tadi???” tanyaku memastikan.
“Saranghae Ha
Ni-ah..” katanya sambil menatapku dengan matanya yang tajam.
Chansung POV
“Mwo???? Kau
bilang apa tadi???” tanyanya.
“Saranghae Ha
Ni-ah..” kataku sambil menatapnya.
Aku tidak tau
kenapa tiba-tiba aku berani untuk mengatakan kata yang sudah lama ingin aku
katakan. Aku melihat ekspresi Ha Ni yang bingung, sepertinya dia terkejut
dengan apa yang aku katakan. Dia hanya
diam, tidak menjawabku.
“Ha Ni-ah..”
aku melambaikan tanganku di depan wajahnya.
Tetap tidak
ada reaksi, ha ni masih diam mematung seperti tadi.
“Aisshh..
jinca.. Ha Ni-ahh!!!!” aku sedikit berteriak padanya dan menggoyangkan bahunya.
“Ahh.. Ne..”
akhirnya Ha Ni bereaksi.
Sesaat tidak
ada reaksi dari Ha Ni, dia hanya diam dengan terus menatapku..
“Ha Ni-ah..
Gwencana????” kataku khawatir.
“Chansung-ah..
apa benar yang kau katakan tadi?? Apa benar kau menyukaiku?? Dia bertanya
dengan ekspresi yang tidak biasa.
“Mian.. aku tidak
bermaksud membuatmu terkejut, kalau kau tidak suka, anggap saja aku tidak
pernah bicara seperti itu.. aku hanya mencoba mengungkapkan apa yang aku rasa,
aku tidak mengharapkan apa-apa darimu, aku sudah senang dengan pertemanan kita,
aku harap kau tidak membenciku” aku menarik nafasku dalam-dalam setelah bicara
seperti itu, aku takut membuatnya marah.
Aku sudah
mempersiapkan diriku untuk mendengarkan jawaban yang akan dikatakan oleh Ha Ni,
tapi Tiba-tiba Ha Ni langsung memelukku.
“Babo~ kenapa
kau harus minta maaf???” katanya.
Aku masih
bingung dengan apa yang dia katakan dan dia lakukan, kenapa tiba-tiba dia
memelukku dan tidak memukulku seperti biasa.
“Chansung-ah..
Nado saranghaeyo” dia melepaskan pelukannya dan menatapku dengan matanya yang
menyipit karena tersenyum.
“Mwo???Jinca?????” kataku tidak percaya.
Dia hanya
menganggukan kepalanya sambil tersenyum padaku.
“Ne..
chansung-ah.. aku menyukaimu” katanya sambil tersenyum.
“Berarti..
sekarang kita pacaran??’’ kataku penasaran
“Ne..”
jawabnya.
Aku langsung
memeluknya setelah mendengar perkataannya, aku tidak bisa menyembunyikan
perasaanku kalau sekarang aku sangat senang, akhirnya yoeja yang aku tunggu
selama ini mau menjadi yoejachingu ku.
“Chansung-ah...
sudah lepaskan, aku malu.. orang-orang melihat kita” kata Ha ni mencoba
melepaskan pelukanku.
“ah.. biarkan
saja mereka melihat kita.. biar mereka tau kalau kita adalah sepasang kekasih”
kataku sambil tertawa.
Akhirnya aku
bisa memeluk yoeja yang aku tunggu selama 10 tahun.. penantianku selama ini
tidak sia-sia.
“Saranghae
Hani-ah” bisikku padanya.
Gimana FF asal jadinya?? yang baca komen ya hehe..
so sweet..... ^Banana Couple^ <3
BalasHapus